Golongan darah keluargaku


Golongan darah ternyata mampu menganalisa bagaimana cara belajar seseorang. Percaya nggak percaya ternyata ini sesuai apa yang ada di keluarga kecil ane.

  • Mulai dari istri ane

Golongan Darah A

Gol A

Pada jaman kuliah dulu, (nostalgia dulu hehehe…) waktu istri ane (waktu itu masih pacaran gan/sis) mau ujian semester / mid, maka ada peraturan bahwa “seminggu sebelumnya DILARANG YANG NAMANYA NGAPEL” apapun kondisinya. Hasilnya … Jreng jreng jreng. Istri ane menempuh S1 dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat wisudawan termuda dan terbaik di jurusan dan fakultas kala itu. hehehe,,,

Kemudian istri ane langsung melanjutkan S2. Antara suka dan tidak suka. Sukanya, istri ane bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tidak sukanya ane dijanjikan boleh menikah menunggu si dia lulus dulu. Alasannya kalau istri ane menikah dengan ane dan langsung hamil, takutnya (yang takut istri ane, bukan ane … ) nanti malah mengganggu kuliahnya. Bener-bener duech cara berpikir Golongan Darah A. Yang namanya “belajar” tidak boleh diganggu. Walaaahhhhh… Tapi dasar ane memang nggak kuat nunggu lama-lama akhirnya saat istri ane memasuki semester 3, ane dan istri ane kawinan. Hehehehe,,, Eitsss,,, tunggu dulu. Peraturan itu masih berlaku, “belajar tetep nomor 1”. Walaahhhh,,,,,

Semester 3 dan 4 istri ane lancar-lancar saja saat menjalani kuliahnya. Belum ada tanda-tanda kehamilan, karena memang sudah direncanakan dan diantisipasi. Saat istri ane wisuda S2 itu, itulah kebahagiaan keluarga kecil ane. Istri ane lulus dengan IPK yg hampir sempurna, meski bukan yang terbaik. Kebahagiaan ane bertambah saat istri ane wisuda, istri ane sedang berbadan dua. Alhamdulillah…

Kesimpulannya kok sangat sesuai dengan gambar komik golongan darah. Menurut ane, istri ane adalah tipe orang yang cenderung mempersiapkan segala hal jauh-jauh hari dan tidak sekedar mencapai apa yang ditargetkan, tetapi melampaui jauh dari yang telah ditargetkan. Ingin memperoleh hasil yang sempurna

 

  • Sekarang lanjut ke suaminya (saya sendiri ya.. Hehehehe)

Golongan Darah B

Gol Darah B

Hehehe,,, jadi malu.

Ehm ehm ehm … Okey, ane mau cerita nich. Agak panjang lebar ya. hehehe,,,

Percaya nggak percaya, ane bisa dikatakan pandai. Terlihat sewaktu SMP (SMPnya bukan SMP kacangan ya, melainkan SMP paporit di kecamatan ane) ane selalu mendapatkan rangking 1 atau 2.

Waktu SMA mulai juara kelas rangking 1, 2, 3, 4, 5 semua sudah ane lakuin. Yang perlu agan/sista ketahui ane sekolahnya di SMA paporit di kabupaten. (Sombong sedikit boleh dong. Hehehehe,,, ). Bahkan temen ane SMA ada yang nanya, “Bisa pandai seperti itu (malu ane gan dikatain pandai. hehehehe,,,) porsi belajar kamu berapa jam?”, jawab ane, “Aku tiap hari nggak pernah belajar. Belajarnya kalo ngerjain PR ma ujian doang”. temen ane masih kagak percaya gan. Ya udah biarin aja, percaya sana nggak percaya sana. Emang gue pikirin…

Waktu kuliah target ane nggak muluk-muluk. Yang penting ane lulus dengan IPK 3 koma sekian (berapapun yang penting depannya ada angka 3). Meskipun ada nilai D di mata kuliah ane.  hahahaha,,, tapi bener kok, ane nggak pernah yang namanya kuliah itu mengulang. Yang penting, sekali lagi kuliah lulus dengan IPK 3 koma sekian. Ane belajar ya semau-mau ane. Pengen belajar ya belajar, kalo nggak ya nggak, meskipun besok ada ulangan ujian Mid sekalipun. Saat ujian semester, belajarnya ya model SKS (Sistem Kebut Semalam). Hahaha,,, Waktu mau sidang skripsinyapun ane nggak belajar, malah ngapelin istri ane. hahaha…

Kesimpulannya, belajar itu bukan prioritas yang penting target bisa dilampaui. Dah itu aja kesimpulannya. hahahaha…

  • Sekarang lanjut ke anak ane

Golongan Darah AB

GOl darah AB

Istri golongan darah A, ane sendiri B, lha muncul anakku AB. memang sich anak ane masih kecil (baru 2 bulan), tapi tanda-tanda sesuai gambar kok ya sudah muncul. Saat dikantor, tadi pagi pukul 09.25 ane di sms istri ane, kalo Icanul (nama anak ane Ihsanul gan/sis) jam 9 baru bangun. Lha dalah,,, kok persis banget ama gambar di atas ya. Hahaha,,, Jam 9 baru bangun, nggak kebayang kan. Seharusnya anak kecil pagi jam setengah 7 sudah mandi, diDeDein sinar matahari, lha ini kok Icanul jam 9 baru bangun. Walahhhh,,,,

Ya semoga, anak ane termasuk orang-orang yang beruntung. Semoga prestasinya melebihi ayah bundanya. Amiin…

Itulah gambaran keluarga ane. Bila tidak sesuai dari keadaan agan/sista, mohon jadikan cerita keluargaku ini bagaikan cerita kancil nyolong timun. Jangan dianggap serius, cukup humor saja. :D

Sumber gambar : http://komikgolongandarah.blogspot.com/2014/06/komik-golongan-darah-bab-7-cara-belajar.html

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: