Orang tua aneh

Perjalanan pulang sehabis kerja mampir di penjual legen dan siwalan. “Bisa buat pembersih wajah nih,” Pikirku. Saat menghidupkan mesin motor ada seorang kakek yang jalan dan menghampiriku. Ternyata orang tua tadi ingin membonceng dan kebetulan satu arah.

“Piyambakan, sangking pundi mbah?” (Sendirian, dari mana Kek?)

“Ko Rembang le, bar ko omahe koncoku” (Dari Rembang nak, habis dari rumah temenku)

Kakek ini menceritakan, barusan membantu temannya mendapatkan togel nomer. Entah itu benar apa enggak, aku nggak percaya dan tidak menggubrisnya. Aku anggap kakek ini sedang pikun, bicaranya nglantur. Terus tiba-tiba kakek ini bilang kalau aku akan mendapatkan rejeki. Pikirku ya biasa aja, orang hidup pasti dapat rejeki masing-masing. Terus kakek ini mau mendoakan bahwa dia bisa membantuku mendapatkan rejeki itu kalau aku mau memberikannya uang Rp 10.000,-. Dalam hati, eman-eman kalau memberi uang segitu banyak pada kakek ini. Teringat kalau di dompet ada 2 lembar uang, pecahan Rp 5.000,- dan Rp. 50.000,-. Saat mau sampai ke alamat yang dituju, kakek ini “memaksaku” mengeluarkan uang Rp 10.000,-. Dalam hati, lumayan banyak uang itu dikasihkan ke kakek, lagian aku tidak mempunyai uang pas Rp 10.000,-.

“Sedoso ewu mas, kangge sarapan”. (Sepuluh ribu aja mas, untuk sarapan)

Mana ada sarapan sore-sore. Aku tidak begitu percaya dengan omongannya kalau aku akan mendapatkan rejeki besar. Tapi aku kasian juga melihat kakek itu, sedikit memelas dan akhirnya “kutawar”.

“Gangsal ewu mawon nggih mbah, kulo mboten gadah arto semonten” (Lima ribu aja ya kek, saya tidak punya uang segitu)

“Nggih, mboten nopo-nopo mas. Matur nuwun” (Iya, tidak apa-apa mas. Terima kasih).

Akhirnya aku mengeluarkan dompet dan kuberikan uang pecahan Rp 5.000,- itu ke kakek. Aku langsung melanjutkan perjalanan.

Bagaimana bila anda mengalami kejadian seperti ini? Kalau menurutku sendiri, tidak usah percaya dengan omongan kakek itu. Lagian semua rejeki itu ada yang mengatur, dan hanya Allah yang mengetahui segala yang belum terjadi. Tetapi jangan pula memperlihatkan wajah tidak percaya kepada kakek itu. Biasa aja. Mengenai permintaannya jangan langsung dituruti, berikan sewajarnya. Anggap saja itu sedekah. Mempercayai perkataan orang tentang sesuatu yang belum terjadi itu “musyrik”.

One Response to Orang tua aneh

  1. cerita yang sangat mengesankan….

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s