Kepala Sekolah Kunci Pertama SNMPTN Undangan

Kepala SMA/MA/SMK/MAK akan menjadi kunci pertama yang menentukan siswa bisa atau tidak mengikuti Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan.
Koordinator Wilayah II (Jateng dan DIY) Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi mengemukakan hal itu terkait dengan pendaftaran Jalur Undangan yang akan dibuka 1 Februari - Maret 2012.

“Dari seluruh rangkaian panjang pendaftaran jalur ini, semua dimulai dari kepala sekolah. Kepala sekolahlah yang mendaftarkan siswanya di laman http://undangan.snmptn.ac.id,” kata Rektor Unnes itu.

Prof Sudijono juga menandaskan, tanpa direkomendasikan oleh kepala sekolah, siswa tidak akan bisa mengikuti jalur ini. “Kepercayaan memang diberikan begitu besar kepada kepala sekolah sejalan dengan prinsip penyelenggaraan SNMPTN, yakni kepercayaan dan kebersamaan,” katanya.

Karena itu, dia berharap para kepala sekolah jujur dan cermat dalam memberikan rekomendasi sesuai dengan prestasi siswa. “Jangan sampai mereka yang sebenarnya berhak malah tidak direkomendasikan, sebaliknya yang berhak malah tidak didaftarkan. Apalagi sistem teknologi informasi panitia pusat akan mampu mendeteksi setiap ketidakjujuran dalam pengisian data,” katanya.

Sebagaimana Prosedur Operasional Baku (POB) SNMPTN 2012, yang bisa direkomendasikan di jalur ini adalah siswa kelas terakhir di SMA atau yang sederajat yang akan mengikuti Ujian Nasional 2012. Selain itu, memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh kepala sekolah, yaitu masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester 3 – 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi.
Pada sekolah terakreditasi A, yang bisa direkomendasikan adalah mereka yang masuk 50% terbaik, akreditasi B 30% terbaik, akreditasi C 15% terbaik, dan predikat lainnya 5% terbaik. Pemeringkatan, selain konsisten di tiga semester terakhir, juga dilakukan sesuai dengan jurusan (IPA, IPS, atau bahasa) berdasarkan nilai pelajaran yang di-UN-kan.

Setelah itu, lanjut dia, kepala sekolah memberikan nomor pendaftaran kepada siswa-siswanya. “Dengan nomor pendaftaran, siswa membayar biaya pendaftaran ke bank untuk kemudian login ke laman undangan.snmptn.ac.id untuk mengisi formulir pendaftaran serta mencetak kartu peserta,” katanya.

Kepada para siswa, Prof Sudijono juga menyarankan mereka tak segan-segan untuk mengingatkan kepala sekolah masing-masing agar merekomendasikan siswanya mengikuti seleksi jalur ini.

copas dari unnes.ac.id

Inilah Langkah Mendaftar SNMPTN Jalur Undangan

Unnes, Anda ingin mendaftarkan diri sebagai peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Undangan? Berikut tahapan pendaftarannya.

Yang mesti diketahui, sekalipun namanya Jalur Undangan, peserta tak perlu menunggu datangnya undangan ke sekolah atau rumah.  Jalur ini khusus bagi  siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang akan mengikuti Ujian Nasional pada 2012 ini dan memiliki prestasi akademik tinggi. Perlu dicatat pula, pendaftaran berlangsung 1 Februari – 8 Maret 2012.

Langkah pertama, kepala sekolah mesti merekomendasikan siswa ke portal SNMPTN Jalur Undangan melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id. Kedua, siswa mendapatkan nomor pendaftaran melalui kepala sekolah. Ketiga, siswa membayar biaya pendaftara melalui Bank Mandiri atau Kantor Pos (jika di daerahnya tidak ada cabang atau ATM bank ini) dengan menggunakan nomor pendaftaran. Keempat, siswa login ke laman http://undangan.snmptn.ac.id untuk mengisi borang dan selanjutnya mencetak kartu peserta SNMPTN.

Berapa biaya pendaftarannya? Biaya pendaftaran untuk setiap peserta Rp175.000,00. Namun jika peserta sekaligus mendaftarkan diri sebagai calon penerima Beasiswa Bidikmisi sesuai dengan ketentuan, dia akan bebas dari biaya tersebut.

Bagaimana jika mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran ataupun pembayaran? Silakan menghubungi call center 0804 1450 450  atau http://halo.snmptn.ac.id atau twetter  @2012snmptn atau facebook http://facebook.com/group.snmptn.

Mudah kan?

copas dari unnes.ac.id

WOW! GRATIS* Bayar Tol

Jakarta – Siapa bilang masuk jalan tol harus bayar? Kini mulai tanggal 25 Januari – 25 Maret 2012 Bank Mandiri dan operator jalan tol memberikan promosi gratis bayar tol. Anda tertarik menjadi pemenangnya? Ikuti programnya berikut ini.

Bank Mandiri mulai tanggal 25 Januari – 25 Maret 2012 bersama operator jalan tol memberikan promosi gratis bayar tol. Untuk mengikuti program gratis bayar tol, Anda cukup menggunakan e-Toll Card setiap kali membayar tol di semua gerbang yang telah menerima e-Toll Card. Semakin sering Anda bertransaksi menggunakan e-Toll Card semakin besar kesempatan Anda menang.

Program undian Gratis Bayar Tol dibagi dalam 2 periode yaitu periode I tanggal 25 Januari – 25 Februari 2012 dan periode II tanggal 26 Februari – 25 Maret 2012. Pada setiap akhir periode akan diundi dan dipilih 1.000 pemenang yang berhak memperoleh hadiah isi ulang e-Toll Card senilai Rp500.000 per pemenang. Pajak hadiah ditanggung oleh Bank Mandiri. Wow! Seru kan?

Bagi Anda yang sekarang masih bayar tol pakai uang tunai, inilah saat yang tepat untuk mencoba e-Toll Card, siapa tahu sekaligus beruntung mendapatkan gratis bayar tol senilai Rp500.000. Anda dapat membeli e-Toll Card di gerbang tol, Cabang Bank Mandiri, Indomaret, dan Alfamidi/AlfaExpress. Buruan beli, mumpung harga kartunya masih gratis, karena sekitar bulan Maret 2012 bank Mandiri berencana menghargai kartu perdana e-Toll Card sebesar Rp20.000. Bila saldo kartu habis, jangan kuatir, saat ini telah tersedia sarana isi ulang mandiri prabayar (termasuk e-Toll Card) di 5.000 mandiri ATM bertanda “isi ulang”, Cabang Bank Mandiri, Indomaret, Alfamidi/AlfaExpress dan retailer lainnya.

Para pemenang gratis bayar tol ini akan diumumkan di mass media, detik.com dan website Bank Mandri.

Keterangan lebih lanjut hubungi mandiri call 14000 atau klik website Bank Mandiri www.bankmandiri.co.id. Pajak hadiah ditanggung oleh Bank Mandiri dan sesuai dengan surat izin Kementrian Sosial No. 71/PPSDBS-SAP/I/2012.

*Syarat dan ketentuan berlaku

Hari ini, Bumi Dilanda Badai Matahari Terbesar Sejak Tahun 2005

NASA/Los Angeles TImes Washington – Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (AS) memprediksikan badai matahari terbesar sejak tahun 2005 terjadi pada hari ini. Efek yang dialami bumi adalah radiasi yang kuat.

Menurut NASA, semburan korona matahari (CME) akan mencapai kecepatan 2,253 km per detik. Badai matahari ini akan menyentuh lapisan atmosfer bumi pada Selasa (24/1), sekitar pukul 09.00 waktu AS. Badai matahari ini akan berlangsung selama kurang lebih 7 jam.

NASA mengkategorikan radiasi badai matahari ini mencapai level S3 atau kuat. Demikian seperti dilansir oleh gizmag.com, Selasa (24/1/2012).

Sedangkan Space Weather Prediction Center (SWPC) menyatakan, cuaca akan terus meningkat di bumi sejak Selasa hingga Rabu (25/1) esok.

Semburan radiasi matahari berpotensi mengisolasi sistem komputer yang ada pada satelit bumi, merusak sambungan lsitrik, dan mengganggu transmisi radio. Selain itu, radiasi ini juga akan mempengaruhi manusia yang berada di luar angkasa maupun di ketinggian, seperti di pesawat.

Untuk menghadapi radiasi ini, sejumlah penerbangan di Kutub Utara telah dialihkan. Kemudian juga, peluncuran satelit ke luar angkasa juga akan dihentikan sementara, paling tidak menunggu hingga badai matahari selesai.

Sementara itu, tumbukan partikel-partikel bermuatan yang energik dengan atom yang ada dalam lapisan termosfer bumi akan menghasilkan Aurora di sekitar lingkaran Arktik.

“Badai matahari kali ini yang terbesar sejak Mei 2005, sedangkan yang lainnya hanya sekitar 10 persen,” ucap fisikawan dari SWPC, Doug Biesecker, seperti dilansir Los Angeles Times.

Badai matahari ini juga akan mengganggu sistem GPS. Sedangkan pada Selasa malam, di langit akan terlihat warna dan cahaya tertentu yang merupakan efek badai matahari ini. Saat itu, sejumlah partikel energetik akan menyusup ke atmosfer bumi.

sumber detikcom

Orang tua aneh

Perjalanan pulang sehabis kerja mampir di penjual legen dan siwalan. “Bisa buat pembersih wajah nih,” Pikirku. Saat menghidupkan mesin motor ada seorang kakek yang jalan dan menghampiriku. Ternyata orang tua tadi ingin membonceng dan kebetulan satu arah.

“Piyambakan, sangking pundi mbah?” (Sendirian, dari mana Kek?)

“Ko Rembang le, bar ko omahe koncoku” (Dari Rembang nak, habis dari rumah temenku)

Kakek ini menceritakan, barusan membantu temannya mendapatkan togel nomer. Entah itu benar apa enggak, aku nggak percaya dan tidak menggubrisnya. Aku anggap kakek ini sedang pikun, bicaranya nglantur. Terus tiba-tiba kakek ini bilang kalau aku akan mendapatkan rejeki. Pikirku ya biasa aja, orang hidup pasti dapat rejeki masing-masing. Terus kakek ini mau mendoakan bahwa dia bisa membantuku mendapatkan rejeki itu kalau aku mau memberikannya uang Rp 10.000,-. Dalam hati, eman-eman kalau memberi uang segitu banyak pada kakek ini. Teringat kalau di dompet ada 2 lembar uang, pecahan Rp 5.000,- dan Rp. 50.000,-. Saat mau sampai ke alamat yang dituju, kakek ini “memaksaku” mengeluarkan uang Rp 10.000,-. Dalam hati, lumayan banyak uang itu dikasihkan ke kakek, lagian aku tidak mempunyai uang pas Rp 10.000,-.

“Sedoso ewu mas, kangge sarapan”. (Sepuluh ribu aja mas, untuk sarapan)

Mana ada sarapan sore-sore. Aku tidak begitu percaya dengan omongannya kalau aku akan mendapatkan rejeki besar. Tapi aku kasian juga melihat kakek itu, sedikit memelas dan akhirnya “kutawar”.

“Gangsal ewu mawon nggih mbah, kulo mboten gadah arto semonten” (Lima ribu aja ya kek, saya tidak punya uang segitu)

“Nggih, mboten nopo-nopo mas. Matur nuwun” (Iya, tidak apa-apa mas. Terima kasih).

Akhirnya aku mengeluarkan dompet dan kuberikan uang pecahan Rp 5.000,- itu ke kakek. Aku langsung melanjutkan perjalanan.

Bagaimana bila anda mengalami kejadian seperti ini? Kalau menurutku sendiri, tidak usah percaya dengan omongan kakek itu. Lagian semua rejeki itu ada yang mengatur, dan hanya Allah yang mengetahui segala yang belum terjadi. Tetapi jangan pula memperlihatkan wajah tidak percaya kepada kakek itu. Biasa aja. Mengenai permintaannya jangan langsung dituruti, berikan sewajarnya. Anggap saja itu sedekah. Mempercayai perkataan orang tentang sesuatu yang belum terjadi itu “musyrik”.

Janin Dalam Rahim Sudah Bisa Tertawa dan Menangis

Bayi dalam rahim ternyata sudah mampu mengekspresikan gerakan wajah sedemikian rupa seperti wajah tertawa dan menangis. Ekspresi wajah ternyata sudah dapat dilakukan oleh bayi sebelum kelahiran dan ketika kehamilan berusia 24 – 36 minggu, gerakan wajah janin menjadi lebih kompleks.

Ini adalah penelitian yang untuk pertama kalinya mengenai ekspresi wajah bayi di dalam rahim. Peneliti menganalisis rekaman video gerakan wajah janin yang diperoleh dari mesin USG 4D pada tahap akhir kehamilan.

Peneliti mengamati janin sehat yang sama pada usia kehamilan 20 minggu, serta melakukan beberapa kali pengamatan lagi pada usia 24 hingga 36 minggu kehamilan. Seperti dilansir oleh ScienceDaily, Kamis (15/9/2011), peneliti menemukan bahwa pergerakan wajah janin menjadi semakin kompleks dari waktu ke waktu.

Peneliti melihat janin pada usia kehamilan 24 minggu mampu menggerakkan satu otot di wajah mereka. Misalnya, meregangkan bibir atau membuka mulut.
Pada usia kehamilan 35 minggu, janin mampu menggabungkan sejumlah gerakan otot wajah, misalnya melakukan peregangan bibir, menurunkan alis mata dan memperdalam alur garis senyum, sehingga mengubah gerakan menjadi ekspresi yang lebih dikenali dan semakin kompleks.

“Ini merupakan wawasan baru yang menarik dalam proses perkembangan janin. Yang luar biasa dari penelitian ini adalah untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa pada janin yang sehat ada perkembangan gerakan wajah dari sederhana menjadi semakin kompleks, mempersiapkan janin untuk kehidupan setelah kelahiran,” kata Profesor Brian Francis dari Departemen Matematika dan Statistik di Lancaster University.

Meskipun tidak dapat membuat suara, pengembangan dari ekspresi wajah janin ini membuat bayi pada saat lahir telah mempu melakukan gerakan wajah untuk menyertai tangis dan tertawa.

“Kami menemukan lebih banyak dari yang kami harapkan. Kita tahu bahwa bayi bisa berkedip sebelum lahir dan beberapa penelitian telah mengidentifikasi cemberut pada bayi sebelum kelahiran. Namun dalam penelitian ini, untuk pertama kalinya kami telah mengembangkan sebuah metode koding dan analisis yang memungkinkan kita secara obyektif melacak peningkatan kompleksitas gerakan dari waktu ke waktu yang menghasilkan ekspresi wajah yang dapat dikenali,” jelas Dr Nadja Reissland dari Durham University.

Para peneliti berpendapat bahwa pola-pola gerakan motorik berkembang sebelum bayi dapat merasakan emosi, seperti gerakan latihan pernapasan bayi di dalam rahim bahkan sebelum bayi bisa menarik napas. Penemuan ini berpotensi mengidentifikasi masalah kesehatan dalam rahim, karena ada hubungan antara pola perilaku janin dan perkembangan otak janin. Melihat perbedaan antara perkembangan wajah janin yang normal dan abnormal dapat menunjukkan masalah perkembangan otak.

Para peneliti kini merencanakan untuk melihat apakah pergerakan wajah janin dapat membantu membedakan antara janin dari ibu yang merokok selama kehamilan dan ibu non-perokok. Peneliti akan memeriksa kaitannya dengan ekspresi wajah marah, tersenyum dan sedih.

Sumber detikcom

Complete Dragon Ball Comics (Four edition : Dragon Ball, Dragon Ball Z, Dragon Ball GT, Dragon Ball AF)

Inilah links baca komik online lengkap Dragon Ball (English version)

  1. Dragon Ball 001
  2. Dragon Ball 002
  3. Dragon Ball 003
  4. Dragon Ball 004
  5. Dragon Ball 005
  6. Dragon Ball 006
  7. Dragon Ball 007
  8. Dragon Ball 008
  9. Dragon Ball 009
  10. Dragon Ball 010
  11. Dragon Ball 011
  12. Dragon Ball 012
  13. Dragon Ball 013
  14. Dragon Ball 014
  15. Dragon Ball 015
  16. Dragon Ball 016
  17. Dragon Ball 017
  18. Dragon Ball 018
  19. Dragon Ball 019
  20. Dragon Ball 020
  21. Dragon Ball 021
  22. Dragon Ball 022
  23. Dragon Ball 023
  24. Dragon Ball 024
  25. Dragon Ball 025
  26. Dragon Ball 026
  27. Dragon Ball 027
  28. Dragon Ball 028
  29. Dragon Ball 029
  30. Dragon Ball 030
  31. Dragon Ball 031
  32. Dragon Ball 032
  33. Dragon Ball 033
  34. Dragon Ball 034
  35. Dragon Ball 035
  36. Dragon Ball 036
  37. Dragon Ball 037
  38. Dragon Ball 038
  39. Dragon Ball 039
  40. Dragon Ball 040
  41. Dragon Ball 041
  42. Dragon Ball 042
  43. Dragon Ball 043
  44. Dragon Ball 044
  45. Dragon Ball 045
  46. Dragon Ball 046
  47. Dragon Ball 047
  48. Dragon Ball 048
  49. Dragon Ball 049
  50. Dragon Ball 050
  51. Dragon Ball 051
  52. Dragon Ball 052
  53. Dragon Ball 053
  54. Dragon Ball 054
  55. Dragon Ball 055
  56. Dragon Ball 056
  57. Dragon Ball 057
  58. Dragon Ball 058
  59. Dragon Ball 059
  60. Dragon Ball 060
  61. Dragon Ball 061
  62. Dragon Ball 062
  63. Dragon Ball 063
  64. Dragon Ball 064
  65. Dragon Ball 065
  66. Dragon Ball 066
  67. Dragon Ball 067
  68. Dragon Ball 068
  69. Dragon Ball 069
  70. Dragon Ball 070
  71. Dragon Ball 071
  72. Dragon Ball 072
  73. Dragon Ball 073
  74. Dragon Ball 074
  75. Dragon Ball 075
  76. Dragon Ball 076
  77. Dragon Ball 077
  78. Dragon Ball 078
  79. Dragon Ball 079
  80. Dragon Ball 080
  81. Dragon Ball 081
  82. Dragon Ball 082
  83. Dragon Ball 083
  84. Dragon Ball 084
  85. Dragon Ball 085
  86. Dragon Ball 086
  87. Dragon Ball 087
  88. Dragon Ball 088
  89. Dragon Ball 089
  90. Dragon Ball 090
  91. Dragon Ball 091
  92. Dragon Ball 092
  93. Dragon Ball 093
  94. Dragon Ball 094
  95. Dragon Ball 095
  96. Dragon Ball 096
  97. Dragon Ball 097
  98. Dragon Ball 098
  99. Dragon Ball 099
  100. Dragon Ball 100
  101. Dragon Ball 101
  102. Dragon Ball 102
  103. Dragon Ball 103
  104. Dragon Ball 104
  105. Dragon Ball 105
  106. Dragon Ball 106
  107. Dragon Ball 107
  108. Dragon Ball 108
  109. Dragon Ball 109
  110. Dragon Ball 110
  111. Dragon Ball 111
  112. Dragon Ball 112
  113. Dragon Ball 113
  114. Dragon Ball 114
  115. Dragon Ball 115
  116. Dragon Ball 116
  117. Dragon Ball 117
  118. Dragon Ball 118
  119. Dragon Ball 119
  120. Dragon Ball 120
  121. Dragon Ball 121
  122. Dragon Ball 122
  123. Dragon Ball 123
  124. Dragon Ball 124
  125. Dragon Ball 125
  126. Dragon Ball 126
  127. Dragon Ball 127
  128. Dragon Ball 128
  129. Dragon Ball 129
  130. Dragon Ball 130
  131. Dragon Ball 131
  132. Dragon Ball 132
  133. Dragon Ball 133
  134. Dragon Ball 134
  135. Dragon Ball 135
  136. Dragon Ball 136
  137. Dragon Ball 137
  138. Dragon Ball 138
  139. Dragon Ball 139
  140. Dragon Ball 140
  141. Dragon Ball 141
  142. Dragon Ball 142
  143. Dragon Ball 143
  144. Dragon Ball 144
  145. Dragon Ball 145
  146. Dragon Ball 146
  147. Dragon Ball 147
  148. Dragon Ball 148
  149. Dragon Ball 149
  150. Dragon Ball 150
  151. Dragon Ball 151
  152. Dragon Ball 152
  153. Dragon Ball 153
  154. Dragon Ball 154
  155. Dragon Ball 155
  156. Dragon Ball 156
  157. Dragon Ball 157
  158. Dragon Ball 158
  159. Dragon Ball 159
  160. Dragon Ball 160
  161. Dragon Ball 161
  162. Dragon Ball 162
  163. Dragon Ball 163
  164. Dragon Ball 164
  165. Dragon Ball 165
  166. Dragon Ball 166
  167. Dragon Ball 167
  168. Dragon Ball 168
  169. Dragon Ball 169
  170. Dragon Ball 170
  171. Dragon Ball 171
  172. Dragon Ball 172
  173. Dragon Ball 173
  174. Dragon Ball 174
  175. Dragon Ball 175
  176. Dragon Ball 176
  177. Dragon Ball 177
  178. Dragon Ball 178
  179. Dragon Ball 179
  180. Dragon Ball 180
  181. Dragon Ball 181
  182. Dragon Ball 182
  183. Dragon Ball 183
  184. Dragon Ball 184
  185. Dragon Ball 185
  186. Dragon Ball 186
  187. Dragon Ball 187
  188. Dragon Ball 188
  189. Dragon Ball 189
  190. Dragon Ball 190
  191. Dragon Ball 191
  192. Dragon Ball 192
  193. Dragon Ball 193
  194. Dragon Ball 194
  195. Dragon Ball 195
  196. Dragon Ball 196
  197. Dragon Ball 197
  198. Dragon Ball 198
  199. Dragon Ball 199
  200. Dragon Ball 200
  201. Dragon Ball 201
  202. Dragon Ball 202
  203. Dragon Ball 203
  204. Dragon Ball 204
  205. Dragon Ball 205
  206. Dragon Ball 206
  207. Dragon Ball 207
  208. Dragon Ball 208
  209. Dragon Ball 209
  210. Dragon Ball 210
  211. Dragon Ball 211
  212. Dragon Ball 212
  213. Dragon Ball 213
  214. Dragon Ball 214
  215. Dragon Ball 215
  216. Dragon Ball 216
  217. Dragon Ball 217
  218. Dragon Ball 218
  219. Dragon Ball 219
  220. Dragon Ball 220
  221. Dragon Ball 221
  222. Dragon Ball 222
  223. Dragon Ball 223
  224. Dragon Ball 224
  225. Dragon Ball 225
  226. Dragon Ball 226
  227. Dragon Ball 227
  228. Dragon Ball 228
  229. Dragon Ball 229
  230. Dragon Ball 230
  231. Dragon Ball 231
  232. Dragon Ball 232
  233. Dragon Ball 233
  234. Dragon Ball 234
  235. Dragon Ball 235
  236. Dragon Ball 236
  237. Dragon Ball 237
  238. Dragon Ball 238
  239. Dragon Ball 239
  240. Dragon Ball 240
  241. Dragon Ball 241
  242. Dragon Ball 242
  243. Dragon Ball 243
  244. Dragon Ball 244
  245. Dragon Ball 245
  246. Dragon Ball 246
  247. Dragon Ball 247
  248. Dragon Ball 248
  249. Dragon Ball 249
  250. Dragon Ball 250
  251. Dragon Ball 251
  252. Dragon Ball 252
  253. Dragon Ball 253
  254. Dragon Ball 254
  255. Dragon Ball 255
  256. Dragon Ball 256
  257. Dragon Ball 257
  258. Dragon Ball 258
  259. Dragon Ball 259
  260. Dragon Ball 260
  261. Dragon Ball 261
  262. Dragon Ball 262
  263. Dragon Ball 263
  264. Dragon Ball 264
  265. Dragon Ball 265
  266. Dragon Ball 266
  267. Dragon Ball 267
  268. Dragon Ball 268
  269. Dragon Ball 269
  270. Dragon Ball 270
  271. Dragon Ball 271
  272. Dragon Ball 272
  273. Dragon Ball 273
  274. Dragon Ball 274
  275. Dragon Ball 275
  276. Dragon Ball 276
  277. Dragon Ball 277
  278. Dragon Ball 278
  279. Dragon Ball 279
  280. Dragon Ball 280
  281. Dragon Ball 281
  282. Dragon Ball 282
  283. Dragon Ball 283
  284. Dragon Ball 284
  285. Dragon Ball 285
  286. Dragon Ball 286
  287. Dragon Ball 287
  288. Dragon Ball 288
  289. Dragon Ball 289
  290. Dragon Ball 290
  291. Dragon Ball 291
  292. Dragon Ball 292
  293. Dragon Ball 293
  294. Dragon Ball 294
  295. Dragon Ball 295
  296. Dragon Ball 296
  297. Dragon Ball 297
  298. Dragon Ball 298
  299. Dragon Ball 299
  300. Dragon Ball 300
  301. Dragon Ball 301
  302. Dragon Ball 302
  303. Dragon Ball 303
  304. Dragon Ball 304
  305. Dragon Ball 305
  306. Dragon Ball 306
  307. Dragon Ball 307
  308. Dragon Ball 308
  309. Dragon Ball 309
  310. Dragon Ball 310
  311. Dragon Ball 311
  312. Dragon Ball 312
  313. Dragon Ball 313
  314. Dragon Ball 314
  315. Dragon Ball 315
  316. Dragon Ball 316
  317. Dragon Ball 317
  318. Dragon Ball 318
  319. Dragon Ball 319
  320. Dragon Ball 320
  321. Dragon Ball 321
  322. Dragon Ball 322
  323. Dragon Ball 323
  324. Dragon Ball 324
  325. Dragon Ball 325
  326. Dragon Ball 326
  327. Dragon Ball 327
  328. Dragon Ball 328
  329. Dragon Ball 329
  330. Dragon Ball 330
  331. Dragon Ball 331
  332. Dragon Ball 332
  333. Dragon Ball 333
  334. Dragon Ball 334
  335. Dragon Ball 335
  336. Dragon Ball 336
  337. Dragon Ball 337
  338. Dragon Ball 338
  339. Dragon Ball 339
  340. Dragon Ball 340
  341. Dragon Ball 341
  342. Dragon Ball 342
  343. Dragon Ball 343
  344. Dragon Ball 344
  345. Dragon Ball 345
  346. Dragon Ball 346
  347. Dragon Ball 347
  348. Dragon Ball 348
  349. Dragon Ball 349
  350. Dragon Ball 350
  351. Dragon Ball 351
  352. Dragon Ball 352
  353. Dragon Ball 353
  354. Dragon Ball 354
  355. Dragon Ball 355
  356. Dragon Ball 356
  357. Dragon Ball 357
  358. Dragon Ball 358
  359. Dragon Ball 359
  360. Dragon Ball 360
  361. Dragon Ball 361
  362. Dragon Ball 362
  363. Dragon Ball 363
  364. Dragon Ball 364
  365. Dragon Ball 365
  366. Dragon Ball 366
  367. Dragon Ball 367
  368. Dragon Ball 368
  369. Dragon Ball 369
  370. Dragon Ball 370
  371. Dragon Ball 371
  372. Dragon Ball 372
  373. Dragon Ball 373
  374. Dragon Ball 374
  375. Dragon Ball 375
  376. Dragon Ball 376
  377. Dragon Ball 377
  378. Dragon Ball 378
  379. Dragon Ball 379
  380. Dragon Ball 380
  381. Dragon Ball 381
  382. Dragon Ball 382
  383. Dragon Ball 383
  384. Dragon Ball 384
  385. Dragon Ball 385
  386. Dragon Ball 386
  387. Dragon Ball 387
  388. Dragon Ball 388
  389. Dragon Ball 389
  390. Dragon Ball 390
  391. Dragon Ball 391
  392. Dragon Ball 392
  393. Dragon Ball 393
  394. Dragon Ball 394
  395. Dragon Ball 395
  396. Dragon Ball 396
  397. Dragon Ball 397
  398. Dragon Ball 398
  399. Dragon Ball 399
  400. Dragon Ball 400
  401. Dragon Ball 401
  402. Dragon Ball 402
  403. Dragon Ball 403
  404. Dragon Ball 404
  405. Dragon Ball 405
  406. Dragon Ball 406
  407. Dragon Ball 407
  408. Dragon Ball 408
  409. Dragon Ball 409
  410. Dragon Ball 410
  411. Dragon Ball 411
  412. Dragon Ball 412
  413. Dragon Ball 413
  414. Dragon Ball 414
  415. Dragon Ball 415
  416. Dragon Ball 416
  417. Dragon Ball 417
  418. Dragon Ball 418
  419. Dragon Ball 419
  420. Dragon Ball 420
  421. Dragon Ball 421
  422. Dragon Ball 422
  423. Dragon Ball 423
  424. Dragon Ball 424
  425. Dragon Ball 425
  426. Dragon Ball 426
  427. Dragon Ball 427
  428. Dragon Ball 428
  429. Dragon Ball 429
  430. Dragon Ball 430
  431. Dragon Ball 431
  432. Dragon Ball 432
  433. Dragon Ball 433
  434. Dragon Ball 434
  435. Dragon Ball 435
  436. Dragon Ball 436
  437. Dragon Ball 437
  438. Dragon Ball 438
  439. Dragon Ball 439
  440. Dragon Ball 440
  441. Dragon Ball 441
  442. Dragon Ball 442
  443. Dragon Ball 443
  444. Dragon Ball 444
  445. Dragon Ball 445
  446. Dragon Ball 446
  447. Dragon Ball 447
  448. Dragon Ball 448
  449. Dragon Ball 449
  450. Dragon Ball 450
  451. Dragon Ball 451
  452. Dragon Ball 452
  453. Dragon Ball 453
  454. Dragon Ball 454
  455. Dragon Ball 455
  456. Dragon Ball 456
  457. Dragon Ball 457
  458. Dragon Ball 458
  459. Dragon Ball 459
  460. Dragon Ball 460
  461. Dragon Ball 461
  462. Dragon Ball 462
  463. Dragon Ball 463
  464. Dragon Ball 464
  465. Dragon Ball 465
  466. Dragon Ball 466
  467. Dragon Ball 467
  468. Dragon Ball 468
  469. Dragon Ball 469
  470. Dragon Ball 470
  471. Dragon Ball 471
  472. Dragon Ball 472
  473. Dragon Ball 473
  474. Dragon Ball 474
  475. Dragon Ball 475
  476. Dragon Ball 476
  477. Dragon Ball 477
  478. Dragon Ball 478
  479. Dragon Ball 479
  480. Dragon Ball 480
  481. Dragon Ball 481
  482. Dragon Ball 482
  483. Dragon Ball 483
  484. Dragon Ball 484
  485. Dragon Ball 485
  486. Dragon Ball 486
  487. Dragon Ball 487
  488. Dragon Ball 488
  489. Dragon Ball 489
  490. Dragon Ball 490
  491. Dragon Ball 491
  492. Dragon Ball 492
  493. Dragon Ball 493
  494. Dragon Ball 494
  495. Dragon Ball 495
  496. Dragon Ball 496
  497. Dragon Ball 497
  498. Dragon Ball 498
  499. Dragon Ball 499
  500. Dragon Ball 500
  501. Dragon Ball 501
  502. Dragon Ball 502
  503. Dragon Ball 503
  504. Dragon Ball 504
  505. Dragon Ball 505
  506. Dragon Ball 506
  507. Dragon Ball 507
  508. Dragon Ball 508
  509. Dragon Ball 509
  510. Dragon Ball 510
  511. Dragon Ball 511
  512. Dragon Ball 512
  513. Dragon Ball 513
  514. Dragon Ball 514
  515. Dragon Ball 515
  516. Dragon Ball 516
  517. Dragon Ball 517
  518. Dragon Ball 518
  519. Dragon Ball 519
  520. Dragon Ball 520

Sumber manga.animea.net

Kemenkes: Sunat Perempuan Untuk Jamin Keamanan dan Keselamatan

Sejumlah aktivis perempuan mendesak agar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tentang Sunat Perempuan dicabut. Menanggapi desakan tersebut Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa Permenkes itu justru untuk melindungi perempuan dari praktik sunat yang tidak sehat.

“Kalau tidak diatur, dikhawatirkan sunat perempuan yang sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat secara turun temurun itu akan membahayakan kesehatan perempuan. Permenkes, mengatur agar khitan dilakukan dengan benar dan hanya oleh tenaga kesehatan tertentu untuk menjamin keamanan dan keselamatan perempuan sesuai ketentuan agama, standar pelayanan dan standar profesi,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkesn Murti Utami dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (30/6/2011).

Murti mengatakan Permenkes No. 1636/MENKES/PER/2010 itu tidak mengharuskan sunat bagi perempuan. Sunat perempuan dapat dilakukan hanya atas permintaan dan atau persetujuan dari orang tua anak perempuan atau wali.

“Jadi dalam Permenkes tidak mengharuskan perempuan disunat, tetapi apabila ada perempuan yang ingin disunat Permenkes itu digunakan sebagai standar operating precedure (SOP) atau acuan oleh tenaga kesehatan tertentu,” imbuhnya.

Sunat perempuan, lanjut Murti, adalah tindakan menggores kulit yang menutupi bagian depan klitoris, tanpa melukai klitoris dan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan tertentu, yaitu dokter, bidan dan perawat yang telah memiliki ijin praktik, atau surat izin kerja dan diutamakan yang berjenis kelamin perempuan. Dalam melaksanakan sunat perempuan, tenaga kesehatan harus mengikuti prosedur tindakan antara lain cuci tangan pakai sabun, menggunakan sarung tangan, melakukan goresan pada kulit yang menutupi bagian depan klitoris (frenulum klitoris) dengan menggunakan ujung jarum steril sekali pakai dari sisi mukosa ke arah kulit, tanpa melukai klitoris.

“Jadi sunat perempuan yang diatur dalam Permenkes tersebut bukan mutilasi genital perempuan (female genetal multilation = FGM) menurut klasifikasi WHO,” paparnya.

Menurut WHO, ada empat tipe FGM, yaitu pertama, pemotongan “prepuce” dengan atau tanpa mengiris/menggores bagian atau seluruh klitoris. Kedua, pemotongan klitoris dengan disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora. Ketiga, pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai penjahitan penyempitan lubang vagina.

“Keempat, tidak terklarifikasi, termasuk penusukan, pelubangan atau pengirisan/penggoresan terhadap klitoris dan atau labia,” jelasnya.

Sunat Perempuan Tidak Boleh Dilakukan Saat Infeksi

Dalam Permenkes disebutkan, sunat tidak boleh dilakukan pada perempuan yang sedang menderita infeksi genitalia eksterna atau infeksi umum. Disamping itu, juga mengatur larangan menggunakan cara mengkauterisasi klitoris; memotong atau merusak klitoris baik sebagian maupun seluruhnya dan memotong atau merusak labia minora, labia majora, hymen atau selaput dara dan vagina baik sebagian maupun seluruhnya.

“Dalam menyusun Permenkes, telah dilakukan berbagai pembahasan dan masukan dari berbagai pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) dan lain-lain,” kata Murti.

Pembinaan dan pengawasan dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dengan melibatkan organisasi profesi seusia dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing. Pembinaan dan pengawasan diarahkan untuk menjamin hak dan melindungi keselamatan pasien yang disunat oleh tenaga kesehatan.

“Dalam rangka pembinaan dan pengawasan, menteri, kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota dapat mengambil tindakan administratif terhadap tenaga kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutupnya.

sumber detikcom

Hikmah Isra’ Mi’raj

Sekarang kita telah memasuki akhir bulan rojab dimana pada akhir bulan ini kita sebagai seorang muslim telah diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah umat islam. Sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah hidup (siirah) Rasulullah SAW yaitu peristiwa diperjalankannya beliau (isra) dari Masjid al Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsa di Jerusalem, lalu dilanjutkan dengan perjalanan vertikal (mi’raj) dari Qubbah As Sakhrah menuju ke Sidrat al Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi antara 16-12 bulan sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk melakukan hijrah ke Yatsrib (Madinah).

Allah SWT mengisahkan peristiwa agung ini di S. Al Isra (dikenal juga dengan S. Bani Israil) ayat pertama:  سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير

Artinya; Maha Suci Allah Yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu (potongan) malam dari masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Lalu apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra wal Mi’raj ini? Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap dari perjalanan agung tersebut:

Pertama: Konteks situasi terjadinya

Kita kenal, Isra’ wal Mi’raj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Ketika itu, Rasulullah SAW dalam situasi yang sangat “sumpek”, seolah tiada celah harapan masa depan bagi agama ini. Selang beberapa masa sebelumnya, isteri tercinta Khadijah r.a. dan paman yang menjadi dinding kasat dari penjuangan meninggal dunia. Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays terhadap perjuangan semakin berat. Rasulullah seolah kehilangan pegangan, kehilangan arah, dan kini pandangan itu berkunang-kunang tiada jelas.

Dalam sitausi seperti inilah, rupanya “rahmah” Allah meliputi segalanya, mengalahkan dan menundukkan segala sesuatunya. “warahamatii wasi’at kulla syaei”, demikian Allah deklarasikan dalam KitabNya. Beliau di suatu malam yang merintih kepedihan, mengenang kegetiran dan kepahitan langkah perjuangan, tiba-tiba diajak oleh Pemilik kesenangan dan kegetiran untuk “berjalan-jalan” (saraa) menelusuri napak tilas “perjuangan” para pejuang sebelumnya (para nabi). Bahkan dibawah serta melihat langsung kebesaran singgasana Ilahiyah di “Sidartul Muntaha”. Sungguh sebuah “penyejuk” yang menyiram keganasan kobaran api permusuhan kaum kafir. Dan kinilah masanya bagi Rasulullah SAW untuk kembali “menenangkan” jiwa, mempermantap tekad menyingsingkan lengan baju untuk melangkah menuju ke depan.

Artinya, bahwa kita adalah “rasul-rasul” Rasulullah SAW dalam melanjutkan perjuangan ini. Betapa terkadang, di tengah perjalanan kita temukan tantangan dan penentangan yang menyesakkan dada, bahkan mengaburkan pandangan objektif dalam melangkahkan kaki ke arah tujuan. Jikalau hal ini terjadi, maka tetaplah yakin, Allah akan meraih tangan kita, mengajak kita kepada sebuah “perjalanan” yang menyejukkan. “Allahu Waliyyulladziina aamanu” (Sungguh Allah itu adalah Wali-nya mereka yang betul-betul beriman”. Wali yang bertanggung jawab memenuhi segala keperluan dan kebutuhan. Kesumpekan dan kesempitan sebagai akibat dari penentangan dan rintangan mereka yang tidak senang dengan kebenaran, akan diselesaikan dengan cara da metode yang Hanya Allah yang tahu. Yang terpenting bagi seorang pejuang adalah, maju tak gentar, sekali mendayung pantang mundur, konsistensi memang harus menjadi karakter dasar bagi seorang pejuang di jalanNya. “Wa laa taeasuu min rahmatillah” (jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah).

Kedua: Pensucian Hati

Disebutkan bahwa sebelum di bawa oleh Jibril, beliau dibaringkan lalu dibelah dadanya, kemudian hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati Rasulullah kotor? Pernahkan Rasulullah SAW berbuat dosa? Apakah Rasulullah punya penyakit “dendam”, dengki, iri hati, atau berbagai penyakit hati lainnya? Tidak…sungguh mati…tidak. Beliau hamba yang “ma’shuum” (terjaga dari berbuat dosa). Lalu apa signifikasi dari pensucian hatinya?

Rasulullah adalah sosok “uswah”, pribadi yang hadir di tengah-tengah umat sebagai, tidak saja “muballigh” (penyampai), melainkan sosok pribadi unggulan yang harus menjadi “percontohan” bagi semua yang mengaku pengikutnya. “Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswah hasanah”.

Memang betul, sebelum melakukan perjalanannya, haruslah dibersihkan hatinya. Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan “suci” yang seharusnya dibangun dalam suasa “kefitrahan”. Berjalan dariNya dan juga menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini, diperlukan lentera, cahaya, atau petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya sebagai “nurani”, itulah lentera perjalanan hidup.

Cahaya ini berpusat pada hati seseorang yang ternyata juga dilengkapi oleh gesekan-gesekan “karat” kehidupan (fa alhamaha fujuuraha). Semakin kuat gesekan karat, semakin jauh pula dari warna yang sesungguhnya (taqawaaha). Dan oleh karenanya, di setiap saat dan kesempatan, diperlukan pembersihan, diperlukan air zamzam untuk membasuh kotoran-kotoran hati yang melengket. Hanya dengan itu, hati akan bersinar tajam menerangi kegelapan hidup. Dan sungguh hati inilah yang kemudian “penentu” baik atau tidaknya seseorang pemilik hati.

ألا إن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلحت سير عمله، وإذا فسدت فسدت سير عمله.

Disebutkan bahwa hati manusia awalnya putih bersih. Ia ibarat kertas putih dengan tiada noda sedikitpun. Namun karena manusia, setiap kali melakukan dosa-dosa setiap kali pula terjatuh noda hitam pada hati, yang pada akhirnya menjadikannya hitam pekat. Kalaulah saja, manusia yang hatinya hitam pekat tersebut tidak sadar dan bahkan menambah dosa dan noda, maka akhirnya Allah akan akan membalik hati tersebut. Hati yang terbalik inilah yang kemudian hanya bisa disadarkan oleh api neraka. “Khatamallahu ‘alaa quluubihim”.

Di Al Qur’an sendiri, Allah berfirman”  قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: Sungguh beruntung siapa yang mensucikannya, dan sungguh buntunglah siapa yang mengotorinya”. Maka sungguh perjalanan ini hanya akan bisa menuju “ilahi” dengan senantiasa membersihkan jiwa dan hati kita, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah sebelum perjalanan sucinya tersebut.

Ketiga: Memilih Susu – Menolak Khamar

Ketika ditawari dua pilihan minuman, dengan sigap Rasulullah mengambil gelas yang berisikan susu. Minuman halal dan penuh menfaat bagi kesehatan. Minuman yang berkalsium tinggi, menguatkan tulang belulang. Rasulullah menolak khamar, minuman yang menginjak-nginjak akal, menurunkan tingkat inteletualitas ke dasar yang paling rendah. Sungguh memang pilihan yang tepat, karena pilihan ini adalah pilihan fitri “suci”.

Dengan bekal jiwa yang telah dibersihkan tadi, Rasulullah memang melanjutkan perjalanannya. Di tengah perjalanan, hanya memang ada dua alternatif di hadapan kita. Kebaikan dan keburukan. Kebaikan akan selalu identik dengan manfaat, sementara keburukan akan selalu identik dengan kerugian. Seseorang yang hatinya suci, bersih dari kuman dosa dan noda kezaliman, akan sensitif untuk menerima selalu menerima yang benar dan menolak yang salah. Bahkan hati yang bersih tadi akan merasakan “ketidak senangan” terhadap setiap kemungkaran. Lebih jauh lagi, pemiliknya akan memerangi setiap kemungkaran dengan segala daya yang dimilikinya.

Dalam hidup ini seringkali kita diperhadapkan kepada pilihan-pilihan yang samar. Fitra menjadi acuan, lentera, pedoman dalam mengayuh bahtera kehidupan menuju tujuan akhir kita (akhirat). Dan oleh karenanya, jika kita dalam melakukan pilihan-pilihan dalam hidup ini, ternyata kita seringkali terperangkap kepada pilihan-pilihan yang salah, buruk lagi merugikan, maka yakinlah itu disebabkan oleh tumpulnya firtah insaniyah kita. Agaknya dalam situasi seperti ini, diperlukan asahan untuk mempertajam kembali fitrah Ilahiyah yang bersemayam dalam diri setiap insan.

Keempat: Imam Shalat Berjama’ah

Shalat adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang Muslim, sekaligus merupakan simpol ketaatan totalitas kepadaYang Maha Pencipta. Pada shalatlah terkumpul berbagai hikmah dan makna. Shalat menjadi simbol ketaatan total dan kebaikan universal yang seorang Muslim senantiasa menjadi tujuan hidupnya.

Maka ketika Rasulullah memimpin shalat berjama’ah, dan tidak tanggung-tanggung ma’mumnya adalah para anbiyaa (nabi-nabi), maka sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan dari seluruh kaum yang ada. Memang jauh sebelumnya, Musa yang menjadi pemimpin sebuah umat besar pada masanya. Bahkan Ibrahim, Eyangnya banyak nabi dan Rasul, menerima menjadi Ma’mum Rasulullah SAW. Beliau menerima dengan rela hati, karena sadar bahwa Rasulullah memang memiliki kelebihan-kelebihan “leadership”, walau secara senioritas beliaulah seharusnya menjadi Imam.

Kempimpinan dalam shalat berjama’ah sesungguhnya juga simbol kepemimpinan dalam segala skala kehidupan manusia. Allah menggambarkan sekaligus mengaitkan antara kepemimpinan shalat dan kebajikan secara menyeluruh: “Wahai orang-orang yang beriman, ruku’lah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu serta berbuat baiklah secara bersama-sama. Nisacaya dengan itu, kamu akan meraih keberuntungan”. Dalam situasi seperti inilah, seorang Muhammad telah membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi seluruh pemimpin umat lainnya.

Baghaimana dengan kita sebagai pengikut nabi muhammad dalam masalah ini? Masalahnya, umat Islam saat ini tidak memiliki kriteria tersebut. Kriteria “imaamah” atau kepemimpinan yang disebutkan dalam Al Qur’an masih menjadi “tanda tanya” besar pada kalangan umat ini. “Dan demikian kami jadikan di antara mereka pemimpin yang mengetahui urusan Kami, memiliki kesabaran dan ketangguhan jiwa, dan adalah mereka yakin terhadap ayat-ayat Kami”.

Kita umat Islam, yang seharusnya menjadi pemimpin umat lainnya, ternyata memang menjadi salah satu pemimpin. Sayang kepemimpinan dunia Islam saat ini terbalik, bukan dalam shalat berjama’ah, bukan dalam kebaikan dan kemajuan dalam kehidupan manusia. Namun lebih banyak yang bersifat negatif.

Kelima: Kembali ke Bumi dengan Shalat

Perjalanan singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir, dan dengan segera pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. Rasulullah sungguh sadar bahwa betapapun ni’matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di suatu tempat yang agung nan suci, betapa ni’mat menyaksikan dan mengelilingi syurga, tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab duniawi. Untuk itu, semua kesenangan dan keni’matan yang dirasakan malam itu, harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan amanah perjuangan yang masih harus diembannya.

Inilah sikap seorang Muslim. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan membawa bekal shalat yang kokoh. Shalat berintikan “dzikir”, dan karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya. “Wadzkurullaha katsiira” (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak), pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari “fadhalNya” dipermukaan bumi ini. Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat 5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian perjalanan suci ke atas (Mi’raj).

Klompen, Sepatu Kayu Penduduk Belanda Tempo Dulu

Klompen, Sepatu Kayu Penduduk Belanda Tempo Dulu

Belanda bukan hanya kincir angin saja. Masih banyak beberapa hal menarik yang bisa ditemui di sana seperti halnya klompen, sepatu kayu yang dipakai penduduk Belanda pada zaman dulu.

Windmolen atau dalam bahasa Indonesia berarti kincir angin memang sudah lama menjadi ciri khas Belanda, sehingga negara bertanah rendah itu pun dijuluki ‘Negeri Kincir Angin’. Dahulu, kincir angin biasa digunakan untuk menaikkan air guna mengaliri sawah-sawah, namun lama-kelamaan fungsinya bergeser. Belanda modern kini juga menggunakan kincir angin sebagai tenaga listrik.

Tapi, Belanda tak melulu soal kincir angin. Kalaupun ada ikon lainnya dari negara kelahiran maestro sepakbola Johan Cruyff ini, maka itu adalah klompen, sepatu kayu yang biasa digunakan penduduk Belanda pada zaman dahulu kala. Klompen memang sudah jarang digunakan sekarang dan fungsinya pun kini sudah berubah menjadi souvenir para turis.

Detikcom beserta rombongan lainnya berkesempatan untuk melihat pembuatan klompen di sebuah rumah yang berada sedikit berada di luar kota Amsterdam, Belanda. Rumah itu memiliki banyak koleksi klompen dengan berbagai ukuran, desain dan warna. Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, semua sepatu kayu itu dijual sebagai souvenir.

Proses pembuatan Klompen menggunakan sepotong kayu poplar yang kemudian dipahat-pahat dengan menggunakan pisau pemotong kayu untuk membentuk bagian luarnya. Jika sudah selesai, barulah dibentuk lubang dengan cara mencungkil bagian tengahnya untuk membuat bagian dalam sepatu.

“Dulu membuatnya membutuhkan waktu lima hari, sekarang dengan mesin bisa diselesaikan dalam waktu sejam. Jadi, saya berada di sini hanya sekadar pertunjukan saja,” ujar Steven, pria yang menunjukkan proses pembuatan klompen secara tradisional kepada kami.

Steven lantas menjelaskan bahwa klompen sebenarnya belum punah-punah amat. “Sepatu ini bisa digunakan mereka yang bekerja di kebun. Sepatu ini ringan sehingga mudah dilepas ketika ingin masuk ke dalam rumah. Sepatu ini dingin ketika musim panas dan hangat ketika musim dingin,” jabarnya.

Menikmati Pantai dari Desa Nelayan

Selesai melihat proses pembuatan klompen, kami pun mengunjungi sebuah desa nelayan yang terletak di Volendam. Jangan bayangkan sebuah desa kumuh ketika mendengar namanya. Desa nelayan di sini lebih mirip sebuah kota kecil yang tengah mengadakan karnaval.

Jalanannya kecil dan kiri-kanannya terdapat banyak toko yang menjual souvenir, kafe-kafe dengan banyak turis duduk-duduk di kursi-kursinya, serta berbagai restoran atau toko kue. Sejumlah warga lokal lalu-lalang dengan menggunakan sepeda tua. Jumlah turis yang datang pun tidak sedikit karena mereka datang berbus-bus dan berasal dari macam-macam negara termasuk kami, dari Indonesia.

Lalu, mengapa desa ini disebut nelayan? Dahulu, sebelum banjir besar dari Laut Utara pada tahun 1953, mata pencaharian penduduk di sini adalah nelayan. Namun, setelah kejadian banjir besar tersebut, pemerintah pun memutuskan untuk membendung Laut Utara sehingga jumlah ikan yang dijaring pun berkurang.

Banjir itu sendiri juga sampai memberikan dampak pada beberapa daerah di Belgia. Maklum, Belanda seperti diketahui adalah negara yang berada di bawah permukaan laut, di mana titik tertingginya saja hanya 321 meter di atas permukaan laut.

Kendati berada di pinggir laut, cuaca di sini tidaklah terik apalagi mengingat daerahnya yang berdekatan dengan Eropa Utara. Saat Detikcom berkunjung pekan ini, suhu tengah mencapai angka 11-14 derajat celcius. Matahari memang bersinar, tapi angin yang berhembus cukup untuk membuat beberapa orang memiliki alasan untuk memakai jaket.

sumber detikcom